Selasa, 22 April 2008

“Mendengar Aspirasi Rakyat”.

BANTU KAMI DALAM MERAIH PENDIDIKAN AGAR
AGAR KAMI DAPAT MELAWAN KEMISKINAN



Indonesia adalah negeri yang sangat indah.
Dengan keragaman suku bangsa dari sabang sampai merauke, membuat indonesia
di kenal luas di kalangan para wisatawan asing. Namun apa yang sebenarnya terjadi berbeda jauh dengan kenyataan.
Negeri indah ini tidak hanya menyimpan berbagai macam kebudayaan dan indahnya pulau-pulau, tapi juga negeri ini banyak menyimpan kisah-kisah pedih rakyat Indonesia yang menderita kemiskinan.


Aneh bukan? Padahal sumber daya alam Indonesia sangat melimpah, tapi mengapa masih banyak terjadi kelaparan di negeri ini. Apa yang salah sebenarnya? Coba kita lihat jepang, negara yang luas wilayahnya lebih kecil dari indonesia menjadi Negara maju dan raksasa di asia. Belajar dari jepang, indonesia lebih berpeluang besar menjadi negara maju dan raksasa di asia, sehingga tidak ada lagi rakyat indonesia yang menderita kemiskinan di tanah ibu pertiwi ini, tapi realitasnya indonesia tidak mampu berbuat banyak untuk menanggulangi angka kemiskinan yang semakin tinggi setiap tahunnya.


Program pemerintah keluarga berencana,
Yang menganjurkan setiap penduduk indonesia memiliki dua orang anak saja tapi bermutu dan berkualitas, tidak dapat menyelesaikan masalah kemiskinan
di indonesia. Pemerintah dan oknum-oknum yang berwenang hanya mengumbar janji-janji manis untuk memberikan pendidikan gratis dan menanggulangi kemiskinan di indonesia, tapi ketika mereka telah mendapatkan status dan kekuasaan, mereka seakan lupa akan janji yang telah mereka ucapkan pada rakyat indonesia, padahal rakyat indonesia menggantungkan harapannya kepada para pemimpin indonesia yang telah mereka pilih, tapi nampaknya semua bak angin
Lalu saja tak seindah sinetron yang berakhir dengan bahagia.


Salah satu solusi yang baik adalah membantu masyarakat indonesia untuk mendapatkan pendidikan dasar sampai keperguruan tinggi dengan gratis, kalaupun mustahil setidaknya dengan biaya yang merakyat dan terjangkau. Pendidikanlah yang membuka jalan bangsa ini untuk melawan kemiskinan, melalui pendidikan kita dapat meningkatkan kualitas bangsa ini, karena dengan pendidikan pula ketrampilan, pengetahuan, serta teknologi dapat di kuasai, sehingga kita tidak perlu mengimpor tenaga kerja asing untuk bekerja di indonesia, mengapa tidak menggunakan putera dan puteri indonesia saja? Bukankah itu dapat mengurangi angka pengangguran dan secara tidak langsung mengurangi angka kemiskinan.

Kenapa pemerintah tidak memprioritaskan pendidikan?
mungkin sudah saatnya pemerintah menanggulangi kemiskinan yang melanda rakyat indonesia melalui bidang pendidikan. Belajarlah dari jepang walaupun memiliki keterbatasan sumber daya alam, tapi mereka tidak putus asa dan berdiam diri menerima begitu saja keadaan. Pemerintah jepang memberikan investasi besar di bidang pendidikan di negaranya, dengan cara memberikan subsidi dan mendukung penuh rakyat jepang untuk mengenyam pendidikan. Negara ini berharap dapat keluar dari kemiskinan dan keterbatasan. Bayangkan negara kecil ini mampu menghasilkan ilmuwan-ilmuwan dan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era globalisasi, tidak hanya itu saja mereka dapat menciptakan pengetahuan dan penemuan baru yang bermanfaat bagi dunia. Mereka memang tidak dapat mengekspor sumber daya alamnya, tapi mereka dapat mengekspor sumber daya manusianya keseluruh negara di dunia. Dengan demikian mereka dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan, hebat bukan? Strategi mereka dalam menanggulangi kemiskinan di negaranya.


Begitu banyak pelajaran berharga dari negara kecil di kawasan asia timur tersebut,
untuk kita pelajari. Mereka yakin bahwasannya dengan pendidikan bermutu, mereka dapat melawan kemiskinan. Faktor yang yang paling menentukan adalah adanya kesadaran tinggi baik dari pemerintah dan masyarakat jepang sendiri untuk mengejar ketertinggalan dan bangkit menjadi negara maju dan makmur, sehingga mereka dapat meningkatkan taraf hidup bangsanya.


Pemerintah indonesia seharusnya menginvestasikan
subsidi besar bagi bidang pendidikan di negeri ini, dengan cara menaikkan anggaran pendidikan dari tingkat pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi, sehingga seluruh lapisan rakyat indonesia dapat mengenyam pendidikan bermutu. Dengan memiliki ilmu pengetahuan dan penguasaan terhadap teknologi, rakyat indonesia dapat mengubah nasib mereka menjadi successman dan yang paling utama adalah terlepas dari kemiskinan yang membelenggu, lagi-lagi semua tak seindah kenyataan. Di indonesia masih tinggi angka kemiskinan dan buta aksara.
Sungguh memyedihkan, kelaparan terjadi di berbagai penjuru tanah air, yang tidak kalah menyedihkan adalah terjadi korban meninggal akibat kelaparan. Perih hati mendengarnya seolah ibu pertiwi tak mampu berbuat banyak untuk bangsa ini.


Lihatlah di kanan dan kiri jalan anak-anak kecil yang polos berjuang dijalanan, mengamen, menyemir sepatu, bahkan mereka rela kehujanan demi mengais rezeki untuk sesuap nasi. Seharusnya mereka tidak berada di jalan, tapi mereka baiknya berpacu mengejar prestasi dan cita-cita di bangku sekolah, namun hal itu kecil kemungkinannya mengingat untuk makan saja mereka kesulitan, tragis sekali nasib anak-anak indonesia, padahal mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan meneruskan roda pembangunan bangsa di masa mendatang.
Masih banyak rakyat indonesia yang mendambakan manisnya
dunia pendidikan, bahkan tidak sedikit anak-anak yang berprestasi, namun karena himpitan ekonomi mereka terpaksa meninggalkan bangku pendidikan dan bekerja membantu keluarga. Tidak hanya itu saja, mereka pun harus mengubur
dalam-dalam impian mereka untuk menjadi yang mereka cita-citakan. Untuk itu pentingnya kesadaran seluruh bangsa indonesia untuk menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, karena tidak semua rakyat indonesia dapat melanjutkan pendidikan. Jadilah pahlawan untuk bangsa indonesia!!!

Jika pemerintah perduli dengan pendidikan, harusnya pemerintah dapat memberikan pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi dengan biaya yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat indonesia. Pemerintah tidak perlu khawatir akan menumpuknya para sajana baru. Baiknya pemerintah mengambil inisiatif untuk menyalurkan atau dengan kata lain mengekspor para sarjana unggul ke luar negeri untuk bekerja, tentu saja melalui kerjasama dengan negara-negara di dunia. Sehingga salah satu solusi baru telah kita dapatkan untuk mengurangi pengangguran di negara kita ini.

Wahai para pejabat pemerintah!!! bukalah mata hatimu
Dan lihatlah sekelilingmu, tonjolkanlah rasa kepedulianmu terhadap sesama, untuk membantu negeri ini keluar dari kemiskinan, kobarkanlah nilai pahlawanmu, jadilah pemimpin yang jujur, bersih, dan berkorban. Wahai rakyat indonesia bukalah kesadaran kita untuk terus kobarkan harapan dan cita-cita, karena apabila harapan dan cita-cita itu telah sirna maka bangsa indonesia akan mati dan indonesia akan tenggelam diantara peradaban. Marilah kita kuatkan kembali rasa peduli dan tenggang rasa bangsa indonesia yang telah lama hilang. Dengan di dukung pemerintah yang bersih dan anti korupsi, saya yakin bangsa ini dapat keluar dari masalah kemiskinan, bulatkan tekad kita untuk menyatakan anti KKN.
Demi masa depan putera-puteri bangsa indonesia mendatang.


Melalui ( sayembara nasional ) Bapak WIRANTO “Mendengar Aspirasi Rakyat”.
Semoga Bapak WIRANTO mendengar jeritan hati kami. Kami juga ingin maju
Seperti Bapak…kami ingin melakukan perubahan dalam hidup kami.
Bantu kami dalam mewujudkan impian dan cita-cita kami, tolong kami agar kami dapat keluar dari kemiskinan ini. Kami pun mendamba kehidupan yang lebih baik.
Hanya… dengan “ PENDIDIKAN YANG MERAKYAT”…Semoga?



Biarkanlah kami sedikit merasakan KEBAHAGIAAN…
Agar kami dapat keluar dari KEMISKINAN…..

Tidak ada komentar: