Selasa, 12 Februari 2008

Penggusuran Rumah Demi Terciptanya Jalur Hijau

Penggusuran Rumah Demi Terciptanya Jalur Hijau



Terjadinya insiden penggusuran yang dilakukan oleh Camat pada kel. Rawasari Kec. Cempaka putih RT 16 RW 09 pada tanggal 10 Feb 2008 hari Minggu di Jakarta pusat,penggusuran ini membuat warga terpukul karna kehilangan tempat tinggalnya, padahal sebelumnya Bpk camat rawasari syamsudin lologauw sudah menegaskan kepada warga agar meninggalkan dan mengosongkan tempat tinggal mereka tersebut karna tanah yang di tempatkan warga adalah tanah pekerja umum dan akan dibangun jalur hijau serta dibangun showroom onderdil mobil, tetapi warga tidak menghiraukan, ucapan bapak camat , karena itu camat menggusur tempat tersebut secara paksa.

Dipihak lain dari pengacara pembela warga yaitu Horas Sinaga ,SH dan Victor Siregar, menyatakan pada kami wartawan berita Indonesia bahwa camat rawasari – cempaka putih – jakpus telah bertindak semena-mena kepada warga dengan menggusur secara paksa tanpa surat kuasa penggusuran.

Camat rawasari- cempaka putih jakpus yaitu Bpk. Syamsudin lologauw, menyatakan bahwa pihaknya tidak semena-mena karena tanah tersebut tidak mempunyai surat kepemilikan hak tanah yang sah, dan pihaknya akan memberikan ganti rugi, tetapi warga bercerita mereka belum menerima uang ganti rugi tanah tersebut dikarenakan tidak adanya kesepakatan antara pihak camat dan pihak warga.

Dan pada tanggal 11 feb 2008 hari senin sekitar pukul 09.30 pagi warga dan pengacaranya yaitu horas Sinaga dan victor siregar mendatangi kantor camat Cempaka putih, jakpus untuk bertemu dengan bapak camat syamsudin lologauw agar bpk.camat mengadakan kesepakatan antara pihak warga dan pihak camat itu sendiri serta memberikan tuntutan ganti rugi kepada warga sesuai dengan perda no.6 pasal 82

Menurut salah satu warga rawasari yang tidak mau disebut namanya bercerita seandainya bpk.camat tidak sanggup memberikan tuntutan ganti rugi dari warga rawasari tidak apa-apa, yang terpenting ada ganti rugi asalkan warga tidak gigit jari, dan warga akan menunggu keputusan dari Bpk.camat.


Pelaksanaan penggusuran ini Dipimpin langsung oleh camat Syamsudin Lologauw bersama dengan kepala Suku Dinas Trantib jakpus Andi Subandi , penggusuran ini terlaksana dengan pertikaian antara warga dengan aparat dan penggusuran ini juga disertai oleh kebakaran ditempat penggusuran tersebut, akibat kejadian tersebut salah satu warga ada yang meninggal.(Winda Eka P/Aziz)




Seng Melayang, Menimpa Pengendara Motor

Jakarta Pusat – Di jalan Gatot Subroto Jumat (8/2), seorang pengendara motor tertimpa seng pembangunan halte busway. Kejadian ini mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit, tetapi korban yang mengalami kejadian tersebut belum jelas diketahui identitasnya. Salah satu petugas yang bernama Briptu Heru mengatakan korban yang tertimpa peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 15.15. Sepeda motor yang dikendarai bernomor polisi B3726AF yang melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi, ketika tepat melintas dilokasi kejadian tiba-tiba pengendara motor tersebut tertimpa oleh pagar seng pembangunan halte busway. Korban pun mengalami luka bocor dikepala, beberapa menit kemudian petugas segera melarikan korbanke RS Jakarta untuk mendapatkan perawatan khusus medis. (winda)

Tidak ada komentar: