Senin, 12 November 2007

Tujuan dari Laporan Keuangan :

Tujuan dari Laporan Keuangan :

Adalah : Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Konsep dasar Laporan Keuangan :
Adalah: Laporan keuangan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali untuk memenuhi, kebutuhan sejumlah besar pemakainya yang sangat terantung pada laporan keuangan. Sebagai sumber informasi yang utama dan karena itu laporan keuangan. Seharusnya disusun dan disajikann dengan mempertimbangkan nkebutuhan mereka.

Laporan keuangan biasanya meliputi neraca,laporan laba-rugi, laporan perubahan posisi keuangan, yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana. Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian internal dari laporan keuangan.

Keterbatasan dari Laporan Keuangan :asumsi dasar dasar akrual
Untuk mencapai tujuannya, laporan keuangan disusun atas dasar akrual. Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa baik diakui pada saat kejadian dan bukan pada saat kas/setara kas diterima atau dibayar dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.

Laporan keuangan yang disusun atas dasar akrual memberikan informasi kapada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran. Kas tetap juga kewajiban pembayaran kas dimasa depan serta sumber daya yang resentasikan fase yang akan diterima dimasa depan.


REKENING NERACA ATAU REKENING RILL
1. AKTIVA
Adalah : merupakan sumber ekonomik yang dikuasai oleh perusahaan dan digunakan dalam operasi perusahaan yang akan memberikan manfaat dimasa yang akan datang dan digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Berikut ini contoh rekening yang ada pada perusahaan secara umum.

Rekening kas memberikan gambaran mengenai pengaruh kasa terhadap transaksi bisnis yang ada pada suatu perusahaan. Kas merupakan alat pertukaran (pembayaran) yang diakui oleh masyarakat umum, oleh karena itu dijadikan dasar sebagai alat ukur semua kegiatan ekonomik suatu perusahaan (organisasi). Agar alat pembayaran atau pertukaran dapat disebut sebagai kas.

1.2 Piutang Usaha (Account Receivable)
Rekening yang meliputi semua klaim (tuntutan) kepada pihak ketiga yang pada umumnya akan berakibat adanya penerimaan kas dimasa yang akan datang.

1.3 Piutang Wesel (Notes Receivable)
Adalah piutang usaha yang didukung dengan adanya janji tertulis berisikan kesediaan debitur yang berutang untuk membayar sejumlah uang kepada kreditur pada tanggal tertentu pada masa yang akan datang.

1.4 Persekot Biaya (Prepaid Expences)
Adalah dimana suatu peruasahaan sering melakukan pembayaran biaya tertentu dimuka. Biaya yang dimuka masuk dalam kelompok aktiva, karena transaksi tersebut akan memberikan manfaat dimasa yang akan datang pada perusahaan. Jenis transaksi yang termasuk biaya yang dibayar dimuka adalah persekot sewa,persekot asuransi dan pembelian bahan habis pakai.

1.5 Tanah (Land)
Rekening tanah dicatat sebagai aktiva yang dimiliki dan digunakan untuk operasi perusahaan.

1.6 Peralatan, Furniture & Fixtures
Biasanya perusahaan memiliki berbagai macam rekening aktiva untuk setiap jenis peralatan yang dimiliki. Seperti misalnya peralatan kantor (office equipment) dan peralatan gudang (store- equipment). Rekening furniture dan fixtures menunjukkan kos dari aktiva tersebut.

2. KEWAJIBAN (LIABILITIES)
Adalah : rekening kewajiban yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan rekening aktiva. Hal ini disebabkan kewajiban perusahaan dapat diringkas ke dalam kelompok yang relative sedikit.
2.1 Utang Dagang (Account Payable)

Rekening ini merupakan lawan rekening piutang dagang (account receivable). Utang dagang timbul karena adanya transaksi pembelian barang secara kredit. Pembelian secara kredit mengandung pengertian bahwa antara saat penerimaan barang dengan saat pembayarannya dilakukan pada waktu yang berbeda. Yaitu pembayaran dilakukan beberapa waktu kemudian setelah tanggal terjadinya transaksi. Jenis rekening-rekening lain yang termasuk dalam kelompok rekening ini adalah Utang Pajak (Taxes Payable), Utang Gaji (Wages Payable).


2.2 Utang Wesel atau Wesel Bayar (Notes Payable)
Rekening ini merupakan lawan dari rekening wesel tagih atau piutang wesel . Utang wesel merupakan utang yang didukung dengan adanya surat pengakuan utang atau surat pernyataan kesediaan untuk membayar yang ditandatangani oleh si debitur itu sendiri. Jumlah utang wesel yang terjadi dicatat ke dalam rekening utang wesel
3. MODAL
Adalah : Pada perusahaan perseroangan rekening modal pemilik dan rekening prive, untuk perusahaan perseroan rekening modal terdiri atas modal saham dan rekening laba ditahan. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing rekenin modal baik untuk perusahaan perseorangan maupun untuk perusahaan perseroan.
3.1 Modal
Rekening ini menunjukan adanya klaim dari pemilik atas aktiva perusahaan. Dari persamaan akuntansi dapat dilihat bahwa modal merupakan selisih lebih antara total aktiva diatas total kewajiban. Saldo rekening modal sama dengan jumlah investasi pemilik ditambah laba bersih yang diperoleh selama periode tertentu dikurangi dengan kerugian bersih yang terjadi dan dikurangi dengan adanya penarikan uang dari pemilik (prive). Jumlah modal pemilik dicatat ke dalam rekening modal pemilik.

3.2 Prive (Withdrawals)
Adalah : Jika pemilik menarik kembali kas atau aktiva lainnya dari perusahaan untuk kepentingan pribadinya akan berakibat turunya aktiva dan modal perusahaan. Jumlah yang diambil kembali dari perusahaan tampak pada rekening tersendiri yaitu rekening prive. Jika penarikan kembali kas oleh pemilik dicatat langsung kedalam rekening modal, jumlah kas yang ditarik kembali oleh pemilik akan digabungkan dengan investasi pemilik.

4. REKENING RUGI-LABA (REKENING NOMINAL)

4.1 Pendapatan (Revenues)
Adalah : Kenaikan modal pemilik karena adanya penjualan barang atau penyerahan jasa kepada pelanggan atau klien. Pendapatan yang diperoleh perusahaan tidak hanya berasal dari penjualan saja,akan tetapi pendapatan dapat timbul karena adanya transaksi-transaksi lain. Sebagai contoh misalnya untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan (financial) atau perbangkan, pendapatan yang diperoleh adalah pendapatan bunga; untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang persewaan, pendapatan yang diperoleh adalah pendapatan sewa. Rekening yang digunakan untuk mencatat jumlah pendapatan adalah rekening pendapatan.


4.2 Biaya (Expences)

Adalah : biaya yang terjadi dalam rangka memperoleh pendapatan. Biaya ini merupakan biaya yang diperlukan untuk menunjang kegiatan utama perusahaan. Rekening biaya merupakan lawan dari rekening pendapatan, oleh karena itu rekening tersebut akan mengurangi modal pemilik. Untuk mencatat biaya yang terjadi, perusahaan harus menyediakan rekening yang terpisah untuk menampung berbagai macam jenis biaya. Sebagai contoh, biaya gaji, biaya sewa, biaya promosi, biaya transportasi dan biaya-biaya lainnya.

Tidak ada komentar: