Rabu, 31 Oktober 2007

Proyek MHT

PROGRAM PERBAIKAN KAMPUNG
DI DKI JAKARTA
Program perbaikan kampung adalah program yang ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan lingkungan permukiman di permukiman yang sebagian besar dihuni oleh masyarakat golongan berpenghasilan menengah ke bawah. Hal ini disebabkan karena kondisi perumahan di wilayah DKI Jakarta sebagian besar adalah permukiman padat dan kumuh.

Perbaikan Kampung pada dasarnya adalah usaha meningkatkan mutu kehidupan masyarakat kampung melalui Konsep Pembangunan Tri Bina, yaitu Bina Sosial, Bina Ekonomi dan Bina Fisik Lingkungan. Konsep ini lebih diarahkanpada peningkatan peran masyarakat dalam pembangunan perumahan.
Maksud dan Tujuan KIP MHT :
Maksud : Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman kumuh melalui peningkatan lingkungan fisik, sosial, ekonomi komunitas dengan pendekatan pemberdayaan komunitas (Community Based Development).
Tujuan : Meningkatkan mutu kehidupan dan penghidupan komunitas berpenghasilan rendah yang tinggal di permukiman kumuh dengan cara menumbuh kembangkan organisasi sosial komunitas, menambah wawasan, pengetahuan, keterampilan maupun pembenahan kondisi fisik lingkungan.
Sasaran Perbaikan Kampung adalah kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta kondisi prasarana dan sarana lingkungan yang kurang memadai dan perlu segera ditangani.
Tujuan akhir yang ingin dicapai, antara lain :
• Lingkungan permukiman yang sehat;
• Prasarana dan Sarana yang memadai;
• Permukiman menjadi nyaman sehingga menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera;
• Produktivitas dan penghasilan masyarakat akan lebih meningkat.










SEHAT DARI ASPEK PERUMAHAN
Permukiman merupakan tempat sebagian besar waktu masyarakat menjalankan kegiatan sehari - harinya. Permukiman yang sehat akan menjadikan awal kegiatan yang dilaksanakan di dalamnya berjalan dengan baik. Permasalahan yang dijumpai untuk menuju ke permukiman sehat sangat rumit dan kompleks, telah terjalin dan muncul dalam waktu yang telah lama, melibatkan berbagai sektor dan instansi serta melibatkan pula berbagai tingkat dan lapisan masyarakat.Meskipun demikian sebenarnya banyak usaha yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menuju permukiman sehat. Usaha tersebut bersifat sederhana dan tidak menghabiskan banyak waktu, pemikiran dan tenaga. Apabila usaha itu dilaksanakan secara kolektif dan massal maka akan mempunyai dampak positif terhadap kualitas kesehatan permukiman. Para pemilik rumah dapat memenuhi persyaratan kesehatan rumah tinggal sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI.

Definisi dan Pengertian
1. Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Rumah sebagai tempat membina keluarga, tempat berlindung dari iklim dan tempat menjaga kesehatan keluarga.
2. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial ekonomi.
3. Rumah Sehat adalah rumah sebagai tempat tinggal yang memenuhi ketetapan atau ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni rumah dari bahaya atau gangguan kesehatan, shg memungkinkan penghuni memperoleh derajat kesehatan yang optimal;
4. Kesehatan Perumahan adalah kondisi fisik, kimia dan biologik di dalam rumah, di lingkungan rumah dan perumahan, sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal.
5. Rumah Sederhana Sehat adalah tempat kediaman yang layak dihuni dan harganya terjangkau oleh masyarakat, berupa bangunan yang luas lantai dan luas kavelingnya memadai dengan jumlah penghuni serta memenuhi persyaratan kesehatan rumah tinggal;
6. Persyaratan kesehatan perumahan adalah ketetapan atau ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni rumah, masyarakat yang bermukim di perumahan, dan atau masyarakat di sekitarnya dari bahaya atau gangguan kesehatan.
7. Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan.
8. Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.
9. Prasarana Lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
10. Sarana Lingkungan adalah fasilitas penunjang, yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya.

Tidak ada komentar: