Minggu, 28 Oktober 2007

Lisari, kelas 1 SMA

Wow! Cendawan Raksasa
Warga Dusun VI Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai) tiba-tiba heboh. Mereka dikejutkan dengan penemuan jamur atau cendawan raksasa yang bentuknya unik di sebuah perladangan.

Jamur setinggi hampir 80 centimeter itu ditemukan Misdi alias Gendon saat mencari rumput pakan ternak di ladangnya sekitar pukul 14.00, Senin (29/5).

Mulanya ia heran melihat tumpukan rumput yang menjulang tinggi. Saat mendekat ia mencium aroma wangi dari tumpukan itu. Ketika rumput disibak dengan arit, Gendon terkejut karena ada jamur raksasa. Batang jamur itu sebesar betis orang dewasa. Daunnya lebar mirip daun keladi.

Sore itu Gendon membersihkan areal sekitar tanaman jamur. Ia membuat pagar bambu agar tumbuhan langka itu tidak dirusak orang. Gendon sendiri sempat menghitung jamur yang terumpuk itu, jumlahnya 18 batang. Dengan sangat hati-hati, Gendon menutupi jamur dengan plastik besar.

Esoknya, Selasa (30/5), Gendon diam-diam datang ke ladangnya membersihkan kembali lokasi sekitar tumbuhan jamur. Lagi-lagi ia terkejut. Soalnya, jumlah jamur bertambah menjadi 24 batang.

Pertumbuhan jamur yang begitu cepat menimbulkan rasa takut bagi Gendon. Ia pun memberitahukan kepada warga tentang jamur tersebut. Tak ayal, dalam hitungan menit saja, jamur pun dikerumuni warga.

Sebagian warga ada yang menghubungkan tumbuhan jamur itu dengan mistik. Mereka meletakkan sesaji berupa bunga tujuh warna dan segelas air di sekitar jamur. Mereka percaya di jamur itu ada kekuatan gaib yang bisa mendatangkan rezeki atau bencana.

Gendon didampingi Kepala Dusun IV Udin Jantrak, Rabu (31/5), mengatakan, sekitar tahun 2003 di Dusun IV juga pernah tumbuh jamur sejenis, tapi hanya satu batang dan tidak menumpuk. “Waktu itu tumbuhnya dekat tumpukan pupuk kandang dari kotoran lembu atau telethong,” kata Gendon.

JENIS-JENIS JAMUR
a. Jamur Tiram Putih (Pleurotus floridae)
Jamur tiram tumbuh soliter, tetapi umumnya membentuk massa menyerupai susunan papan pada batang kayu. Di alam, jamur tiram banyak dijumpai tumbuh pada tumpukan limbah biji kopi. selengkapnya

b. Jamur Tiram Cokelat (Pleurotus pulmonarius)
Tudung mempunyai diameter 4-15 cm atau lebih, bentuk seperti tiram, cembung kemudian menjadi rata atau kadang-kadang membentuk corong; permukaan licin, agak berminyak ketika lembab, tetapi tidak lengket; warna bervariasi dari putih sampai abu-abu, cokelat, atau cokelat tua (kadang-kadang kekuningan pada jamur dewasa); tepi menggulung ke dalam, pada jamur muda sering kali bergelombang atau bercuping. Daging tebal, ... selengkapnya

c. Jamur Kuping (Auricularia auricula)
Tubuh buah kenyal atau seperti gelatin jika dalam keadaan segar dan menjadi keras seperti tulang jika kering, berbentuk mangkuk atau kadang-kadang dengan cuping seperti kuping yang berasal dari titik pusat perlekatan, diameter 2-15 cm, tipis bergading, dan kenyal. Permukaan luar steril, sering kali berurat, berbulu sangat kecil atau berambut, cokelat muda sampai cokelat, menjadi kehitaman jika mengering. Permukaan dalam fertil, licin sampai agak berkerut, bergelatin jika basah, berwarna kuning cokelat, cokelat keabu-abuan, cokelat, ungu, dan menjadi hitam jika kering. Tangkai ... selengkapnya

Jenis-jenisnya:
Sampai saat ini di Eropa telah ditemukan 21 species berbeda dari genus Tuber. Hanya sedikit saja dari jamur ini yang dapat di makan. Tiga jenis di antara jamur yang mempunyai nilai tinggi secara komersil adalah sebagai berikut:
1.Tuber nigrum Bull (= T. melanosporum Vitt.). Dinamakan jamur hitam (trufa negra o de Perigord) yang paling dinilai tinggi di Spanyol dan Perancis.
foto from: solostocks.com
2.Tuber brumale Vitt, sejenis jamur hitam yang hampir sama dengan jenis tersebut di atas namun dengan kualitas dan harga yang lebih rendah. Diambil bersama dengan T. nigrum di hutan-hutan spanyol. Untuk memisahkan 2 jenis jamur ini diperlukan pengalaman.
3.Tuber magnatum Pico. Jamur putih atau trufa blanca dari Italia dan harganya mencapai nilai tertinggi di pasaran.
foto from: wikipedia.org
Terdapat species lainnya yang bermutu yang juga dapat dimakan dan bisa dikomersialisasikan seperti Tuber aestivum Vitt (trufa hitam musim panas), Tuber
mesentericum Vitt., Tuber albidum Pico, Tuber uncinatum Chatin, etc.
Tidak harus mencampur adukkan jamur-jamur ini dengan jamur bawah tanah berbentuk bulat yang tak dapat di makan atau yang tidak mempunyai kualitas sebagus Trufas (Terfezia, Choiromyces, Elaphomyces, etc.).


Jamur Maitake

di Amerika dikenal dengan ''hens of the wood'' (ayam betina dari kayu). sebutan ini muncul karena bentuknya yg mirip dengan jengger ayam. Jamur ini juga dikenal sebutan Raja Jamur, karena ada yg memilik ukuran raksasa sebesar bola basket.
meski mempunyai dasar yg tampak kokoh, tapi semakin keatas teksturnya semakin rapuh. Karena itu daya tahannya juga rendah. Jika dimasukkan dalam kantong kertas, maitake dapat bertahan 7-10 haridi dalam lemari es.
Maitake dapat disajikan dalam berbagi hidangan, salah satunya adalah dengan cara ditumis dengan sedikit minyak atau mentega, atau bisa juga dibuat untuk campuran sop. dan dapat juga digunakan untuk masakan segala jenis jamur.


Jamur Shitake
jamur ini mempunyai bentuk tutup seperti payung. Warnanya berkisar dari coklat sampai cokelat tua.
dibandingkan dengan Maitake, jamur ini lebih tahan lama, karena bisa bertahan sampai 14 hari berada dalam kantong kertas dan disimpan dalam lemari es. Shitake bisa digunakan untuk segala jenis masakan, tapi shitake bisa juga digunakan sebagai campuran sup atau pasta.

Jamur champignon:
Di sini dikenal dengan nama jamur kancing. Termasuk dalam jenis jamur bunga putih. Jamur jenis ini dibudidayakan khusus di daerah beriklim sejuk. Biasanya dijual segar atau dalam kaleng. Selain itu, jamur ini juga dapat diawetkan dengan cara dikeringkan untuk tepung jamur atau keripik jamur.




Jamur kuping:
Dinamakan demikian karena bentuknya mirip daun telinga alias kuping. Teksturnya lunak dan lentur saat masih segar. Warna dan ukurannya bervariasi, tergantung jenisnya. Jamur kuping hitam (black jelly), berwarna agak kemerahan dan berukuran relatif lebar. Jamur kuping agar (white jelly), berwarna putih, ukurannya lebih kecil dan tipis. Lebih sering digunakan dalam masakan Cina.



Jamur tiram:
Biasanya disebut dengan oyster mushroom. Tangkai tudungnya tidak tepat di tengah dan tidak bulat benar, melainkan menyerupai cangkang tiram. Ukuran dan warna tudungnya pun bervariasi, tergantung dari jenisnya. Jamur tiram putih (white oyster), warna tudungnya putih susu sampai putih kekuningan dan bergaris tengah 3-14 cm. Jamur tiram abu-abu, warna tudungnya abu-abu kecoklatan sampai kuning kehitaman dan lebarnya 6-14 cm. Jamur tiram cokelat (tedokihiratake atau abalon), warna tudungnya keputihan atau sedikit keabuan sampai abu-abu kecokelatan dan berdiameter 5-12 cm. Jamur tiram pink (pink oyster atau sakura shimeji), disebut demikian karena tudungnya berwana kemerahan. Jamur tiram umumnya dijual dalam kemasan kaleng dan jarang sekali dijual dalam keadaan segar, karena jamur ini banyak mengandung air sehingga mudah busuk.

Jamur payung:
Dalam bahasa Jepang disebut shiitake, sedangkan dalam bahasa Cina disebut hioko. Di indonesia sendiri orang biasanya menyebutnya dengan nama jamur jengkol, hal ini karena bentuk dan aromanya seperti jengkol. Jamur ini berwarna kuning kecokelatan dengan tudung berdiameter 3-10 cm. Dalam keadaan segar jamur ini sedikit kenyal, tetapi setelah kering menjadi liat. Harganya relatif mahal karena selain rasanya enak jamur ini juga berkhasiat mengobati penyakit kanker dan hepatitis B. Biasanya dijual dalam keadaan segar dan kering.

Tidak ada komentar: