Rabu, 31 Oktober 2007

Feminisme

Biodata Subjek
Nama Panjang : Kasmini Diah Pitaloka
Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 16 Juni 1985
Jenis Kelamin : Perempuan
Status : Belum Menikah
Profesi : Mahasiswa, Model, Talent Coordinator

Konsep Feminisme
Menurut subjek kami, feminisme adalah di mana kaum perempuan dapat mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh laki-laki tanpa meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan. Subjek kami adalah mahasiswa fakultas hukum UNIKA Atma Jaya, subjek tinggal di Jakarta seorang diri di sebuah rumah kos. Subjek membayar uang kuliahnya sendiri dan menghidupi dirinya di Jakarta dari hasil pekerjaannya sebagai model dan Talent Coordinator. Subjek hamper tidak pernah meminta uang dari orang tuanya yang tinggal di Bandung. Subjek belum menikah, namun sudah menjalani hubungan yang cukup lama dengan seorang pria yang berdomisili di Melbourne, Australia. Mereka menjalani hubungan jarak jauh ini selama hapir satu tahun.
Kami melakukan observasi dan wawancara terhadap subjek selama beberapa hari, yang bertujuan untuk mencari tahu pengertian konsep feminisme bagi subjek dan implikasi dalam pergaulannya sehari-hari. Berikut kami melampirkan beberapa kutipan kalimat subjek tentang konsep feminisme tersebut.


Kutipan Kalimat Konsep Feminisme
“…menurut gue, feminisme itu ehhh…apa ya..kayak SpiceGirls gitu deh..girl power. Apa ya, di mana perempuan bisa mengerjakan pekerjaan yang biasa dikerjai laki-laki tapi ga ninggalin kodratnya sebagai perempuan..” Subjek menjelaskan arti feminisme bagi dirinya.





“… contoh pekerjaan laki-laki yang gue kerjain itu ee…gua Talent Coordinator di Rexinema Pictures. Salah satu Production House paling top di Jakarta. Gue hanya sedikit dari kaum perempuan yang menyelami daerah itu.” Subjek menjelaskan implikasi konsep feminisme dalam pekerjaannya. Di sini subjek secara tidak langsung mengatakan bahwa ia berbeda dengan perempuan kebanyakan, karena mendalami pekerjaan yang biasa dikerjakan laki-laki.`
“…kodrat perempuan maksud gue itu eehh…perempuan masih bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga kaya gue tadi pagi itu. Beresin tempat tidur, bersih-bersih rumah atau kamar, masak, nyuci, dan kerjaan rumah tangga lainnya deh. Atau kalo udah nikah mungkin ngatur suami ama anak, ngatur pengeluaran rumah tangga gitu-gitu deh.,” Subjek menjelaskan pengertian kodrat wanita bagi dirinya. Di isini terlihat bahwa subjek membawa pengertian konsep feminism eke tahap yang lebih luas lagi, yaitu female empowerment. Karena subjek beberapa kali mengucapkan kata ‘mnegatur’, yang berarti ia harus menjadi sumber serta pelaku atau pusat dari kegiatan yang terjadi di sekitarnya.
“..kalo sama pacar mah, gue yang nentuin semuanya. Dia sih iya aja mau gua bilang apa juga. Secara pacar gua juga nun jauh di sana kan tuh..tapi selama ini sih kalo berantem pasti gua yang menang..heheheh…eehhhh soalnya apa ya? Gue emang kebiasa ngatur apa-apa sendiri, jadi apa ya…gue udah kebiasa mandiri aja gitu.” Subjek menjelaskan implikasi feminisme terhadap relasi personalnya dengan pacarnya, yang merupakan orang yang paling dekat dengannya. Di sini tampak jelas bahwa subjek memang dominant dalam hubungan mereka berdua, terlihat dari kata-kata subjek yang terus-menerus menekankan bahwa ia senang mengatur segala sesuatunya.
“…eemmmm…hubungan gue ama temen gimana ya?Asik-asik aja tuh ahahaa…gue kaya badutnya aja gitu. Kalo gue ngomong yang laen pada dengerin, ketawa-ketawa atau nyeletuk gitu hahahaha…” Subjek menjelaskan hubungannya dengan teman-temannya. Secara tidak langsung subjek berkata bahwa ia adalah pusat perhatian, karena subjek mengatakan bahwa ketika ia berbicara maka teman-temannya akan mendengarkan bahkan memberikan respon terhadap perkataannya.

Dari hasil wawancara dan observasi, kami menyimpulkan bahwa konsep feminisme bagi subjek sedikit berbeda dengan pengertian awal yang diberikannya kepada kami. Subjek mengartikan feminisme sebagai pusat, sentral, sumber yang mengatur hamper seluruh kegiatan di sekitarnya.Karena itu kami pun menyimpulkan bahwa subjek sudah melakukan konsep feminisme dalam kehidupan sehari-harinya, bahkan membawa pengertian dari konsep feminisme itu sendiri kepada tahap yang lebih itnggi atau lebih luas lagi.

Tidak ada komentar: