Minggu, 28 Oktober 2007

Dunia kadang membusuk

Jalani apa yang sedang terjadi dan hadapi yang akan terjadi, seburuk apapun kenyataan harus tetap hidup. Ego manusia itu memegang peranan, tapi takdir juga punya plot. Kalau memang sudah pecah, buat apa dipertahankan kalau nantinya pecahan-pecahan itu membuatnya jadi berdarah-darah dalam waktu yang sangat lama.

Seperti halnya gunung merapi yang meratakan bumi dengan laharnya, sekalian saja, sakit sekalian, hancur sekalian, karena pada akhirnya akan tumbuh pohon-pohonan subur.

Dia, wanita muda yang selalu diam saat harus menentukan sikap. Sepertinya segalanya adalah hal-hal dilematis. Tapi apa yang bisa dia lakukan selain diam? Bahkan dia tak menemukan perananya dalam konstlelasi keluarga. Orang bilang, warga kelas dua, walau sebenarnya terlalu kasar.

Dia dilahirkan dalam arena konflik, ketika ibunya hampir melepas nyawa saat dia lahir. Dan penolakan-penolakan dari berbagai pihak.karena sebuah “perkosaan”. Ketika dia dikucilkan keluarganya dan harus terbiasa dengan kesendirian. Dia semakin mengerti, kebusukan-kebusukan dunia, dan semakin kuat pula keiinginan untuk hidup.

Tidak ada komentar: